Tepatnya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, di pedalaman bantul, ada beberapa peneliti yang menemukan sumber energi ini. Berasal dari bahan baku air, lebih tepatnya disebuth energi hidrogen. Di negara-negara lain, banyak kontroversi atas penggunaan energi ini, mereka menyebutkan bahwa energi hidrogen sangat berbahaya, sulit untuk dikendalaikan, belum ada mesin yang cocok untuk menggunakan energi hidrogen dll deh
Tapi siapa sangka, di bantul, tepatnya disebuah kampus ada menemukan sumber energi ini. Bedanya dengan apa yang ditemukan oleh orang-orang bule itu, sumber energi baru ini dapat langusung digunakan pada kendaraan bermotor. Nama penemuannya “banyugeni”, bagi yang tidak tahu bahasa jawa, banyu artinya air, sedangkan geni adalah api, kalau digabung air api, artinya dalam air terdapat api, ini hanya masalah istilah kok. Penemuan ini bermula dari beberapa surat dalam Al-quran, surat At thur (6), yang artinya …perhatikan laut yang berapi.. , Al Anbiya(30) “… dan Kami jadikan dari segala sesuatu hidup “, serta At Takwir (6) ”Dan apabila laut dipanaskan” . dengan dasar teori yang jelas ini, mereka (para peneliti, terdiri dari Drs Purwanto, Ir Bledug Kusuma Prasadja MT, Ir Tony K Hariyadi MT, Ir Lilik Untari MS dan Dra Nike Triwahyunigsih MP, maaf kalau salah menuliskan nama dan gelar, silahkan marah-marah dikomentar, nanti baru saya perbaiki, he he) melalukan penelitian yang panjang, istiqomah dari waktu-ke waktu, dan siapa sangka bahwa ini adalah solusi dari masalah yang bertingkat-tingkat : harga BBM mahal (ada kabar pemerintah mau menaikkan lagi), BBM meninggalkan sisa residu yang merusak lingkungan dan manusia, kesimpulannya penggunaan BBM merugikan secara nyata.
BanyuGeni, apakah solusi ? apa kelebihannya ?
Bagi saya ini adalah kandidat solusi atas masalah yang bertingkat tadi. Dengan bahan bakar yang berasal dari air, tentu tidak akan menimbulkan masalah. Banyugeni bisa digunakan untuk berbagai macam mesin, dari mesin jet sampai kendaraan pribadi. Banyugeni terdiri dari hidro-kerosene, yaitu bahan yang setara dengan minyak tanah (pemerintah tidak perlu susah-susah meng-kampayekan gas), hidro-disel, bahan yang setara dengan solar. Hidro-premium , bahan yang setara dengan bensin. Hidro-avtur yaitu bahan yang setara dengan bahan bakar jet.
Ke empat bahan tadi sudah diuji di laboratorium independen internasional, yaitu PT CoreLab Indonesia, hasilnya bahan-bahan ini sudah memenuhi standar Ditjen Migas. Selamat buat indonesia.
Penelitian ini tidak hanya berhenti pada level penelitian, akan diusahakan akan memasuki level industri. Diharapkan pemerintah juga memberikan fasilitas dan perhatian khusus atas potensial yang menjanjikan ini.
sumber :koran harian kedaulatan rakyat tgl 14 Febuari 2008
Random Posts
Tagged as: Energi baru, Energi Hidrogen, Pengganti BBM Filled in category Cerita-Cerita,
Teknologi
Hidup Jogja….cepet di produksi donk biar kita yang dilampung dapat memanfaatkan hasil karya anak negeri yang sangat bagus dan hebat ini……
ini merupakan bukti bahwa islam adalah “Rahmatan Lil alamin” dan dalam ber islam tidak hanya melakukan ritual an sich , tapi banyak hal yang dapat kita petik,, Thanks
Ass…
makasih atas komentarnya……(terutama yang telah tersilaukan oleh kebohongan………seorang kyai penipu)
1. ini memang seperti dana revolosi,,,or bisnis investasi…kebohongan publik atau seperti jemanni (50% nyata 50% boong)
2. Mas-mas telah terhipnotis dengan euforia energi terbarukan….
3. mohon mas2 download tentang H2 terbaru dariJepang or Amerika…..hal tersebut memang mungkin dilakukan,,tetapi biaya kemasannya dan pembuatannya sangat mahal sehingga tidak ekonomis
4. air memang bisa dicampur dengan bensin (seperti di Palu)..tetapi fungsi air bukan merubah/meningkatkan energi,,,,,fungsi air hanya sebagai pengahalus bahanbakar fosil
5. dan saya tau persis bahwa keempat orang dosen tersebut tidak melakukan penelitian,,,,tetapi hanya nyantol aja…..dan beliau 4 tidak tau isinya alat yang dibuat pak joko (= blue energi). jadi beliau berempat babarblas ora melakukan penelitian…..coba tanya aja ke salah satu (dari kekempatnya)…selalu mengtasnamakan masih rahasia…..(persis seperti menjanjikan dana revolosi)
jadi cenderung duplikasi
6. sebelum ke UMY, oleh pak joko sudah ditawarkan ke ITB dan UGM, kemudian UGM membuat tim untuk menganalisis alat tersebut. akhirnya ahli2 energi UGM merekomendasikan ke pak rektor UGM-”hati2 pak ini tidak masuk akal, mungkin penipuan”
7. alat tersebut baru ada merek dagangnya saja (depperdagangan nganjuk),,,,dan sudah lebih dari 3bulan dijanjikan dipatenkan…….Kata orang dalam HAKI, alat tersebut tidak memiliki kaidah2 metopen…
8. memang rektor UMY, mungkin telah kepincut,,,dan maaf mungkin tersilaukan….yang namanya menteri aja bisa tersilakan apalagi cuma rektor…….
Handoko
Wassalam
makasih semau masukannya
1. secara teori bisa air menjadi H2,,,tetapi secara percobaan baru dilakukan di Jerman sekitar tahun 2005 dan masih skala Laboratorium
2. saya sudah ketemu langsung peneliti dari UMY tersebut, dan ternyata beliau sama sekali tidak tau,,,,,,,,yang tau hanya pak JOKO (dari nganjuk)
……
3. bukan saya ndak percaya sama UMY,,,,atau bahkan berpikiran sempit,,,,,,,,,saya juga memahami ini berdasar diskusi ilmiah dengan teman2 yang punya latar belakang energi……saya hanya mencoba meluruskan mas/mbak…..agar tidak terlibat euforia,,,,ntar kecewa looo…….
4. kasihan al Quran,,,,,kalau diterjemahkan salah,,,,maka Al qur an dikira salah,,kan kasihan…….
wassalam
kalau benar semua itu, mbok yao pemerintah memberikan penyuluhan.
Allah SWT memang menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini untuk
makhlukNya.. mbok yao ayo sareng-sareng kanti ikhlas memberikan sesuatu
yang memang diperuntukkan untuk umat manusia.
aneh manusia, mengapa segalanya diukur dengan materi bahkan silau
dengan materi. Allah aja tidak mengharap apa-apa dari manusia. padahal
Dia yang telah menciptakan. manusia hanya kebetulan menemukan, kok
podo ngaku-ngaku “aku sing nemokke” dengan bangga lagi!!!!
eling mas/mbak urip mung titipan, mati yo ra nggowo opo-opo!!!
Sing jelas, ayo sareng-sareng podo bersyukur.. sing eling lan waspodo.