Satu Pohon untuk Satu Rumah

Dunia sudah tak aman lagi,saatnya kita bergegas melakukan sesuatu untuk menyelamatkan bumi. Cuaca di bumi sudah panas sekali, di jogja suhu tertinggi sampai mencapai 34C, angka yang tinggi dan membuat suasana di jogja menjadi panas. Awalnya adalah pohon yang ditebang. Dulu pada tahun 95 cuaca masih sejuk, udara masih belum gerah. saya masih ingat suasana itu, ketika itu saya pulang sekolah SD dan bisa bermain di bawah pohon yang rindang tanpa merasa kepanasan. Kenapa bisa menjadi panas seperti ini?
Kasarnya, kita kekurangan pohon dan daun untuk menghasilkan udara yang segar, ditambah lagi bus-bus yang rajin memproduksi asap perusak udara. Pohon-pohon kita tumbang karena lahan/kebun dibikin perumahan tanpa memperhatikan bumi, asal bangun,asal untung. Seharusnya pihak developer dan pemerintah mewajibkan setiap rumah memiliki 1 pohon (minimal), yang jelas bukan pohon cabe tapi pohon yang memiliki daun lebat, gunanya memproduksi udara.
Sebenarnya ada ide untuk menanam pohon. Misalkan anda tidak memiliki lahan untuk ditanami, tapi seharusnya anda memiliki bibit tanaman, jika masih belum punya, bisa mengambil ranting yang udah agak tua (tapi belum kering) taruh didekat sumur sampai akarnya tumbuh. Anda bisa menanam bibit ini dimana saja, misalkan ditepi jalan keci, jalan raya yang masih memiliki ruang dan tidak mengganggu lalu lintas. Di indonesia raya ini masih banyak lahan-lahan nganggur meski kecil dan sepertinya tidak berguna. Kalau ide seperti ini masih juga dicegat oleh undang-undang dan birokrasi, kita cuma bisa mengatakan esok hari kemungkinan besar (99%) global warming menjadi kenyataan.
Intinya, tanamlah pohon sebanyak dan semampu mungkin. Kebanyakan pohon dikota-kota besar tidak akan membuat kita mati kok. Justru seharusnya ditempat yang banyak pohonnya kita hidup, bukan di kota-kota dengan dipenuhi asap bus,suara bising,udara pengap,raungan mesin-mesin dan panas.
Pihak Terkait
Filed under: Cerita-Cerita
Cincin yang sangat indah ini cocok untuk dipakai oleh pasangan suami istri atau pasangan yang baru tunangan
Harga Rp350.000
Beli Sekarang.


betul bro.bila perlu tidak hanya satu, jadi harus berbanding dengan luas halaman nya,kalau luas halaman nya, tanam yg banyak dah biar kayak kebun hehehehe, save earth now!
[Reply]
mmm… untung di salatiga masih adem ayem sejuk, apalagi d kampung halamanku desa pinggiran kota, blkg rumah ku aj msh kayak hutan….
moga aj orang2 yg sukanya ngabisih pohon2 di hutan cepet sadar, biar bumi ini gak tambah panas……….
[Reply]
Bimo Hery Prabowo Reply:
November 17th, 2009 at 1:27 pm
@belajar ngenet:
pelihara terus hutannya gan… salut masih ada lingkungan kayak gitu
[Reply]
bener mas, terakhir aku maen ke jogja panas banget ya?
udah gitu karbon monoksida pada beterbangan? menyesakkan setiap hirupan nafasku..
[Lebay_Mode:ON]
tukeran link yuk mas?
[Reply]
[...] rasanya bahagia melihat tanah yang dulunya tandus, kering sekarang sudah hitam, lembab, basah dan ditumbuhi rumput. Bukankan ini adalah karunia yang besar? puji syukur kepada [...]